:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2332290/original/051530000_1534412455-tukang-pijit-yang-rajin-amalkan-al-waqiah-itu-akhirnya-naik-haji-180813m_3x2.jpg)
Aslikhah tak pernah merasa capek dan pegal dengan aktivitas yang menguras tenaga tersebut. Dia mengaku punya amalan yang membuatnya terus merasa bugar.
Amalan itu antara lain rutin membaca surat Al Waqiah, Al Mulk, Ar Rohman, permulaan dan akhir Al Baqarah, dibacanya setiap hari tiga kali.
"Kalau enggak baca surat tersebut sehari saja, rasanya badan jadi lemas dan enggak kuat. Jadi mudah sedih, pokoknya ada yang kurang, jadi enggak enak," kata dia.
Sejak anak bungsunya meninggal dunia tahun 2014, Aslikhah sudah tidak berkeliling memijat. Ia hanya memijat di rumah. Menurutnya, selama ini ia telah meninggalkan anak-anaknya, sejak pagi hingga malam demi mencari nafkah.
"Jemaah salat saya pun banyak yang bolong karena pas lagi keliling mijat," terangnya.
Aslikhah mengaku mulai mendaftar haji pada 2010 menggunakan dana talangan. Pada waktu itu, jemaah yang tergabung dalam kloter 79 Surabaya itu memiliki uang Rp 6,5 juta.
Uang itu merupakan dana untuk merenovasi rumah. Sebab, tempat tinggalnya sudah banyak berlubang. Namun anak bungsunya menyarankan Aslikhah menggunakan uang tersebut daftar haji.
Akhirnya, uang tersebut ia gunakan daftar haji dengan dana talangan. "Alhamdulillah, dana talangan tersebut sudah lunas dalam waktu 2 tahun," kata dia.
Sepulang dari Tanah Suci kelak, Aslikhah pun mengaku akan tetap memijat.
"Saya kan juga ingin amal, ikut kumpulan yasinan, manakiban, tahlilan dan lain lain, itu kan butuh uang," jelas Aslikhah.
Reporter : Eko Huda S
Sumber : Dream.co.id
from Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com kalo berita gak lengkap buka link disamping https://ift.tt/2L2src4
No comments:
Post a Comment